Wednesday, October 29, 2014

Berikut curhatan my beloved friend yg galau berbulan - bulan karena seorang pria. Entahlah, aku tak tau apa yg membuat dia susah move on dr pria itu.

 "Hey ini sudah tanggal 28 Oktober 2014, sudah sebelas bulan semenjak saya, LA. memplokamirkan diri menyukai dia yang sudah saya sakiti sebelumnya. Siapa yang tahu tentang perasaan seseorang? dengan makian sebagai awal perkenalan, status supaya terlihat bahagia akibat dicampakkkan pedekatean ditambah pergi gitu aja demi laki-laki yang notabennya tidak benar-benar menyukai saya. Ya mungkin bisa dibilang ini karma siapa suruh mempermainkan perasaaan orang. Satu kalimat yang saya ingat “menyukai itu tidak mesti harus bersama tetapi melihatnya bahagia dengan pilihannya itu sudah cukup”. Barusan itu dari "dia" yang membiarkan saya meninggalkannya tanpa perlawanan dan ternyata usut punya usut alasannya ya itu. Sempat mikir bukannya dengan berdiam saja tandanya dia tidak benar-benar menyukai saya? Hahaha ternyata salah dia menunggu saya sampai saya terlepas dari laki-laki hidung belang itu. Astagfirullah harusnya saya bisa menjaga omongan saya ya, tapi kenyataannya memang begitu kok. Sudah berulang kali orang-orang disekitar saya membisikkan kata-kata yang harusnya membuat saya illfil. Tapi bukannya benci malah membuat perasaan saya semakin menjadi jadi. Dia itu orangnya terlihat blak-blakan, dan terkesan kasar ditambah sombongnya dia yang nauzubillah. Siapa coba yang suka sama orang yang begitu kecuali saya dan orang yang saat ini menjadi pacarnya. Dia sudah punya tambatan hati itu menurut saya untuk kejelasannya silahkan tanya sendiri ke orangnya kali ya hahaha. Saya gak mungkin juga bilang sekenanya saya punya dasar ko kenapa kenapa bisa bilang begitu. Mau tau kenapa? karena setiap satus BBM atau Facebooknya ditunjukkan untuk wanita yang berinisial LA dan aku merasa itu bukan saya. Oiyah saat ini saya sudah tidak bersama lagi tepatnya setelah kami memutuskan untuk merajut kembali benang yang sudah rusak dan beberapa bulan kedepannya saya memutuskan untuk tidak bersama. Gak ada yang namanya orang ketiga di hubungan kami. hanya saja saya gak mau jadi wanita yang biasa saja, saya mau jadi wanita yang sempurna untuk calon suami saya.Harapan saya, dia yang mendampingi saya nantinya. Mungkin untuk yang mendengar saya seperti mencari-cari alasan dan gak mau disalahkan. Ya saya tahu tandanya saya sudah menyakiti dia sebanyak dua kali. saya gak bilang loh ya saya sudah bosan atau sebagainya karena memang bukan itu alasannya. Saya menyukai dia tapi bukan berarti saya bisa mengajak dia kearah keburukan. Saat ini saya sedang berusaha untuk memperbaiki dan mendekatkan diri pada yang menciptakan saya. Belajar untuk menjadi wanita seutuhnya dan mempersiapkan diri untuk menjadi calon istri yang baik hehe walaupun sampai saat tulisan ini selesai dibuat saya belum bisa menghilangkan perasaan saya ke dia bukannya perasaannya itu datangnya dari Tuhan dan semua tergantung bagaimana cara kita menyikapi perasaan itu? Kalaupun dia memang untuk saya pastinya dikehidupan yang akan datang kami akan dipertemukan dalam ikatan halal"

No comments:

Post a Comment