Thursday, January 15, 2015

Buyar



Hafalan materi buyar dalam sekejap ketika tanpa sengaja mata tertuju pada wajah yang tak asing terlihat. Umpatan demi umpatan tanpa sengaja terlontar, entah bagaimana ekspresi wajahku saat itu. Sedikit panic, heran, bingung, kesal bercampur jadi satu. Dia satu-satunya yang tak ku harapkan kehadirannya. Bahkan dihari-hari atau diminggu-minggu sebelumnya dengan khusyuknya aku berdoa semoga tak melihat batang hidungnya. Posisinya tepat dipojok belakang ruang kelas, membuatku semakin merasa tak nyaman. Susah untuk memahami soal yang ada ditanganku karena fikirannku hanya tertuju padanya. Ini salah satu hal yang paling menyakitkan dalam hidupku ketika aku tak bisa memisahkan urusan perasaan dengan yang lain.Tak bisa membagi dengan bijak mana yang urgent dan mana yang tidak. disaat yang segenting itu bayangannya menari-nari dalam kepalaku bahkan coretan pena belum nampak dilembar jawaban. Untungnya suara bisikan tetangga sebelah menyadarkan  waktu sudah setengah jam terbuang dengan senyum kecut sambil  meremas lembar soal aku berusaha keras mengingat materi yang semalam ku pelajari. Bisa dibayangkan soal dengan jawaban yang beranak harus ku kerjakan dalam waktu tidak lebih dari tiga puluh menit. bersyukur aku bisa menyelesaikan dengan peluh diwajah. Pada intinya semua kegiatannku akan terganggu kalau aku melihat ataupun mendengar sesuatu yang berbau akan dia.

-LA



No comments:

Post a Comment